4.2.11

Sejarah Pearl Jam dari berbagai sumber

Pearl Jam bangkit dari puing-puing Mother Love Bone yang di tinggal mati Vocalisnya, Andrew Wood akibat Over Dosis pada tahun 1990. Setahun kemudian gitaris Stone Gossard dan bassis Jesf Ament merekrut Mike Mc Cready(lead guitar), Eddie Vedder(vocal), dan Dave Krusen untuk membentuk Pearl Jam. Pada awal tahun 1992 mereka merilis debut album yang bertitle Ten saat itu industri musik mulai bisa menerima aliran lewat kesuksesan Nirvana. Ten langsung melejit menyamai jumlah penjualan Nevermind dengan tiga hit Alive Evenflow, dan Jeremy. Pearl Jam pun dikenal lewat musik yang memadukan rif heavy rock tahun ‘70-an dengan post-punk ‘80-an.
Tak lama setelah merilis album, drumer Krusen mengundurkan diri dari posisinya lalu langsung di isi oleh Dave Abruzzese. Bersama Abruzzese, Pearl Jam menggelar tour keliling Amerika termasuk konser Lollapalloza II. Meski namanya mulai naik daun, popularitas nampaknya menjadi hal yang tabu oleh para personel Pearl Jam. Mereka menolak membuat video untuk lagu-lagu seperti (Daughter, Animal, Rearview Mirror) dari album kedua Vs(1993). Padahal sebelumnya video Jeremy menjadi video terbaik versi MTV. Selain menolak membuat klip, Pearl Jam juga menolak menggelar konser di stadion besar. Mereka lebih suka pentas kecil termasuk di halaman kampus. Tur keliling Amerika tersebut akhirnya batal karena perselisihan Pearl Jam dengan Ticketmaster yang menjual harga tiket diatas 20 dollar. Pada tahun 1994 Pearl Jam kembali masuk ke studio rekaman dan menggarap album Vitalogy.
Setelah rampung, mereka memecat Dave Abruzzese dan merekrut mantan drumer RHCP (Eleven Jack Irons). Irons adalah sahabat lama Vedder yang dulu sempat ditawari untuk bergabung sebelum masuknya Krusen pada waktu awalnya Pearl Jam terbentuk. Dua minggu pertama, meski di rilis dalam jumlah terbatas(Vitalogy) telah bertengger di tangga lagu Top 60. Begitu dirilis dalam jumlah besar album ini meraih multi platinum dan menerobos ke posisi teratas tangga lagu dengan hit Immortality. Sementara itu para personel Pearl Jam meneruskan tuntutan mereka pada Ticketmaster di tahun 1995.
Pada tahun itu pula, Pearl Jam tampil dalam album Neil Young lewat lagu Mirror Ball. Setelah itu masing-masing personelnya sibuk dengan berbagai proyek sampingan. Eddie sibuk menjalani tur bareng Hovercraft yang ia bentuk pada tahun 1994, Stone mendirikan perusahaan rekaman indie dan McCready membentuk MadSession bareng vocalis Alice In Chains, Layne Stayley(Above). Album keempat, No Code menandai kemunduran popularitas. Eksperimen musik yang mereka lakukan di album ini membuat para penggemar Pearl Jam terkejut. Album No Code banyak menampilkan lagu-lagu bertempo lambat seperti Off He Goes, I’m Open, dan Around The Bend. Perselesihan dengan tiketmaster juga membuat band ini tidak menggelar tur.
Praktis di tahun 1997 nama Pearl Jam seakan tenggelam. Mereka lalu bangkit lewat Yield(1998). Di album ini Pearl Jam kembali menggeber musik hard rock dan menggelar konser-konser besaran. Dialbum ini pula Ament dan McCready mulai menulis lagu secara penuh—sebelumnya hanya Gossard dan Vedder yang menulis lagu pada setiap albumnya. Terakhir, Pearl Jam merilis album live yang berjudul Live On Two Leg di akhir tahun 1998.
yeah.......... ini yang dapat saya tuliskan dari berbagai sumber yang pernah saya baca, semoga bermanfaat.. kalo ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaklum.. hehehehe

Sejarah Nirvana dari Berbagai Sumber

Kurt Donald Cobain lahir pada 20 Februari 1967 di rumah sakit umum Grays Harbor-Aberdeen Washington Amerika Serikat dan dikota inilah Kurt menghabiskan masa kecilnya.Kurt merupakan putra dari pasangan Donald Cobain seorang Amerika yang berprofesi sebagai montir dan Wendy O’Connor seorang wanita keturunan Irlandia.Sejak kecil Kurt sudah menunjukkan bakatnya di bidang seni dan pada awalnya ia suka menggambar sehingga berkembang ke arah music dan disaat usianya enam tahun Kurt bahkan dengan mudah memainkan nada yang baru saja ia dengarkan dari radio dengan menggunakan piano.
Ketegangan dan perselisihan orang tua Kurt yang kemudian berakhir dengan perceraian pada tahun 1976 saat Kurt masih berusia sembilan tahun Sejak perceraian itu Kurt menjadi anak yang pendiam dari sebelumnya ia juga lebih suka menyendiri yang di kemudian hari perceraian orangtuanya ini diungkapkan dalam salah satu lagu Nirvana yang berjudul Serve The Servants yang termuat di album In Utero yang dirilis tahun 1993
Memasuki tahun 1981 ketika berusia 14 tahun Kurt tertarik dengan film ia mulai membuat sendiri film-film karyanya dengan menggunakan kamera video milik orangtuanya karya-karyanya kebanyakan bernuansa gelap dan kematianKurt bahkan membuat sebuah film yang diperankan sendiri olehnya dimana ia melakukan akting bunuh diri dengan menyayat nadinya kecenderungan Kurt akan kematian juga nampak pada sebuah percakapan dengan seorang temannya John Fields dimana Kurt mengatakan bahwa ia ingin menjadi musisi terkenal dan kemudian mati bunuh diri di tengah ketenarannya
Pada masa-masa ini juga Kurt mulai mengenal narkotika meski belum sampai taraf yang mengkhawatirkan Kurt menggunakan obat-obatan itu untuk sedikit membantunya melupakan dampak psikologis yang dirasakannya akibat perceraian orangtuanya ketika SMA Kurt mulai berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dirumah pamannya Chuck yang juga memiliki band Kurt kemudian diajari bermain gitar oleh Warren Masongitaris band pamannya ketika itu Kurt minta diajari memainkan lagu Stairway To Heaven milik Led Zeppelin
Konser The Melvins merupakan sebuah band punk lokal asal Montesano yang kemudian mengubah haluan musik Kurt The Melvins sendiri ketika itu begitu disegani di Montesano Aberdeen dan Olympia vokalisnya Buzz Osborne mengenal Kurt sebagai pribadi yang unik saat mengomentari sukses NirvanaBuzz mengatakan bahwa Kurt tadinya seperti anak yang tak punya masa depan tapi musik kemudian mengubahnya menjadi jutawan
Penampilan perdana Kurt dan Krist terjadi pada bulan Maret 1987 yang sekaligus menasbihkan formasi awal Nirvana yang terdiri atas Kurt Krist dan seorang penabuh drum bernama Aaron Burkhard Waktu itu mereka belum memakai nama Nirvana ada banyak nama yang mereka pakai pada awal karir mereka dan mereka memakainya bergantian di setiap konser
Nama Nirvana baru muncul pada tahun 1988 ketika Kurt menemukan nama itu dari sebuah tayangan televisi tengah malam yang menyiarkan tentang program agama Budha yang berarti pencapaian kesempurnaan pada November 1988 single pertama Nirvana Love Buzz pun diedarkan pada kalangan terbatasKurt sendiri yang kemudian menyerahkan salah satu kopinya kepada radio KCMU untuk diputar setelah itu Kurt segera mendengarkan radio dan setelah berjam-jam gelisah karena lagunya tak segera diputar hingga Kurt harus menelpon dari sebuah telpon umum dan merequest lagunya sendiri barulah kemudian lagu tersebut mengudara salah satu ironi terbesar seorang bintang Rock besar pada awal karirnya sempat merequest sendiri lagunya di sebuah radio

All About Grunge

Grunge (baca : granch) terkadang disebut juga Seattle Sound adalah suatu musik yang menceritakan tentang luapan yang ada di dalam diri, atau menceritakan tentang kisah hidup yang tak bisa dilupakan.
Saat Nirvana merilis album In Utero, pada September 1993, kata seorang eksekutif dari Geffen Record. In Utero? Kenapa justru nggak saat Nirvana merilis album Nevermind (Oktober 1991) yang laris jutaan copies itu?

Nevermind memang jadi pembuka jalan. Tapi In Utero jadi bukti. Bukti bahwa Grunge  sebagai alternatif rock punya nilai jual sama tinggi dengan corak musik lainnya dalam industri musik dekade ini. Terjual diatas 3 juta copies (di pasar Amerika saja, Juni 1994), In Utero jadi bukti, bahwa grunge bukan hanya geraman sesaat. Tapi makin melaju, menggerung tak terbendung sepak terjangnya di blantika rock dunia. Apa itu Grunge? layaknya musik, tak satupun definisi yang bisa mematok arti sebenarnya dari grunge ini. Ia bisa berarti sesuatu yang seenaknya, ketidakteraturan, antipola, bahkan kesederhanaan.
Yang pasti, grunge jadi salah satu bentuk yang memperkaya kemapanan dalam pergaulan rock. Ia menawarkan pilihan lain dari genre music sebangsanya seperti hardrock, heavymetal yang dianggap sudah kelewat kuno. bahkan sementara punk rock yang dianggap sudah kehilangan semangat. Dan datanglah grunge memberi alternatif.

Sebagian literatur menyebutkan grunge lahir sejak era jayanya punk ditahun 70-an dan bermuara di Minneapolis, dan sejak tahun 80-an mulai bergerak kekawasan pantai barat laut (northwest) Amerika.
Dengan musik nyaris minus sound effect, kecuali suara gitar yang sangat kasar, musik grunge dinilai banyak kritisi musik tak lebih dari Rock n’Roll minus attribut. Apakah attribut yang dimaksud adalah jaket kulit, rambut kaku ber-hair spray, kalung gelang metal, kostum mengkilat, atau lampu warna warni dan kembang api di panggung konser?
Mungkin iya. Tapi, grunge toh nggak lahir dengan sendirinya. Ia bisa tidak sama dengan hardrock atau heavymetal. Namun dia adalah anak dari hardrock era 70-an (diantaranya musik yang dibawakan macam KISS, Black Sabath, AC/DC pada saat itu) yang berpasangan dengan punk rock (diantaranya seperti yang diusung Sex Pistols atau Ramones).
Pengertian model begini, mungkin jadi lebih gampang diterima. Karena melacak jejak berdasarkan sejarah perjalanan mungkin lebih memperjelas. Toh tak satupun musik yang mau dikotak-kotakkan. Tapi yang kemudian jadi pertanyaan dengan tanda tanya besar, apakah setelah grunge menjadi genre tersendiri, atau setelah grunge menjadi salah satu roda penggerak industri musik, masihkah juga pantas sebagai alternatif?
Kita sejenak melayangkan pandangan ke Seattle dinegara bagian Washington sana. Pasang saja telinga mulai dari kawasan pantai barat sampai dengan ke west coast di Amerika sana. Siapa yang bisa menyangkal besarnya Grunge. Hingga ia pun -suka atau tidak- sudah menjadi pola, melahirkan keteraturan. Dan NIRVANA memang tidak sendiri.
Sekedar menyebut nama Pearl Jam, Alice In Chains, Soundgarden, Mudhoney adalah mereka-mereka yang telah mengecap manisnya madu industri musik lewat musik ini. Dan Seattle pun makin sah saja jadi kiblatnya Grunge. Seperti menyebut hal yang sama dengan Nashville kiblatnya country, New Orleans kiblatnya blues atau hardrock / heavymetal kiblatnya di LA
Padahal ketika tahun ’88 saat Mudhoney merilis single Touch Me I’m Sick, cuma 2 bar dan 1 klab kecil di Seattle yang mau memutarnya. Artinya, Seattle sendiri belum bisa menerima musik semodel yang diusung Mudhoney.

Kondisi seperti ini tentu saja bikin ngeri sebagian rocker di Seattle. Makanya mereka pun hijrah dari Seattle. Sebut aja The Blackouts, group yang mengusung punkrock ini cabut ke chicago dan di kemudian hari dikenal dengan Ministry. Lantas gitaris Duff Mckagan keluar dari Ten Minute Warning, dan berangkat ke Los Angeles, lantas mengkilap sebagai pembetot bas Guns N’Roses.
Tapi itu semua kisah lama dan semua berubah dengan cepat. Seattle jadi tujuan utama banyak group-group rock asal LA datang ke kota itu.Jangan ditanya kiprah media massa khusus musik, mereka mengakat profil Seattle sebagai laporan utamanya,dan akhirnya banyak perusahaan-perusahaan rekaman besar, jaman perburuan emas pun sudah dimulai.
Dan istilah baru pun lahir “Seattle Sound”. Inilah istilah yang menunjuk pada warna musik rock yang diusung grup-grup asal atau jadi besar di Seattle.
Karakteristik Seattle sound inilah aplikasi dari grunge (yang juga merupakan istilah) bahkan dengan garis batas yang nyaris makin besar hingga hampir semua grup digolongkan mengusung Seattle sound. Mau diang yang bernama The Melvins, Ten Minute Warning, U-Men, Soundgarden, Skin Yard, Screaming Trees, TAD, Nirvana, Mudhoney, Mother Love Bone, Alice In Chains, Pearl Jam, Hole, dan masih banyak lagi tuh.
Tapi lembaran awal grunge sebetulnya dibuka oleh Jimi Hendrixklaim satu literatur. Yeah, mungkin saja. Yakni ketika Hendrix masih berumur 11 tahun (1953), saat itu ia menyiram cairan ke sekujur gitar dan menyetel volume amplifier sampai ke angka maksimum.

Namun tabir blantika grunge mulai terbuka pada tahun 1986, ketika album kompilasi Deep Six dirilis. Di album itu tampil antara lain Soundgarden, Green River, juga The Melvins. Kami main bareng, kami bincang-bincang, apa yang kami suka juga yang kami benci, kenang Chris Soundgarden Cornell.
Tapi perjalanan waktu pun membuat keropos tiang-tiang prinsip. Sebagian pengusung grunge mulai yakin bahwa musik bisa menjadi penopang hidup. Seperti yang diproklamirkan pertama kali oleh Jeff Ament, Stone Gossard, dan Andy Wood. Namun komunitas rock di Seattle tak gentar. Mereka lantas memproduksi album memori Temple of the Dog. Di album ini pun hadir Chris Cornell, teman sekamarnya Wood. Jeff Ament dan Stone Gosard di kemudian hari berkibar lewat Pearl Jam.